Tugas Pengantar Teknologi Informasi (PTI)
Sistem Informasi Pembelian Barang Secara Tunai, Kredit & Tempo
v Pada prakteknya, pembelian yang
dilakukan oleh perusahaan dapat dikategorikan sebagai berikut :
1. Berdasarkan jangka waktu pembayaran terdiri atas :
a. Pembelian Tunai, yang jangka
waktu pembayarannya sangat singkat ataupun
bersamaan dengan terjadinya penerimaan
barang.
b. Pembelian Kredit, yang jangka waktu
pembayarannya lebih lama misalnya 1 bulan, 2 bulan atau sesuai perjanjian.
2. Berdasarkan jumlah barang yang dibeli, terdiri atas :
a. Pembelian grosir, yaitu
pembelian dalam jumlah banyak. Karena nilai pembeliannya juga cukup besar, maka
pada umumnya pembelian grosir bersifat
kredit.
b. Pembelian eceran, yaitu
pembelian dalam jumlah sedikit. Karena nilai pembeliannya juga relatif sedikit,
maka pada umunya pembelian eceran
bersifat tunai.
v Fungsi dalam Sistem Akuntansi Pembelian
Tunai & Kredit :
1.
Fungsi gudang
Dalam sistem akuntansi pembelian, fungsi gudang bertanggung jawab untuk
mengajukan permintaan pembelian sesuai dengan posisi persediaan yang ada di
gudang dan untuk menyimpan barang yang telah diterima oleh fungsi penerimaan.
2.
Fungsi pembelian
Fungsi pembelian bertanggung jawab untuk memperoleh informasi mengenai
harga barang, menentukan pemasok yang dipilih dalam pengadaan barang, dan
mengeluarkan order pembelian kepada pemasok yang dipilih.
3.
Fungsi penerimaan
Fungsi penerimaan bertanggung jawab untuk melakukan pemeriksaan terhadap
jenis, mutu dan kualitas barang yang diterima dari pemasok guna menentukan
dapat atau tidaknya barang tersebut diterima oleh perusahaan.
v Jaringan prosedur yang membentuk sistem
akuntansi pembelian tunai dan kredit :
· Prosedur permintaan pembelian
Dalam prosedur ini fungsi gudang mengajukan permintaan pembelian dalam formulir surat permintaan pembelian kepada fungsi pembelian. Jika barang tidak disimpan di gudang, misalnya untuk barang langsung pakai, fungsi yang memakai barang mengajukan permintaan pembelian langsung ke fungsi pembelian dengan menggunakan surat permintaan pembelian.
· Prosedur permintaan penawaran harga dan penelitian pemasok
Dalam prosedur ini fungsi pembelian mengirimkan surat permintaan penawaran harga kepada pemasok untuk memperoleh informasi mengenai harga barang dan berbagai syarat pembelian yang lain, untuk memungkinkan pemilihan pemasok yang akan dipilih sebagai pemasok barang yang diperlukan oleh perusahaan.
· Prosedur order pembelian
Dalam prosedur ini fungsi pembelian mengirimkan surat order pembetian kepada pemasok yang dipilih dan memberitahukan kepada unit-unit organisasi lain dalam perusahaan, mengenai order pembelian yang sudah dikeluarkan oleh perusahaan.
· Prosedur penerimaan barang
Dalam prosedur ini fungsi penerimaan melakukan pemeriksaan mengenai jenis, kualitas dan mutu barang yang diterima dari pemasok, dan kemudian membuat laporan penerimaan barang untuk menyatakan peneriinaan barang dari pemasok tersebut.
· Prosedur pencatatan utang
Dalam prosedur ini fungsi akuntansi memriksa dokumen-dokumen yang berhubungan dengan pembelian dan menyelenggarakan pencatatan utang atau mengarsipkan dokumen sumber sebagai catatan utang.
· Prosedur distribusi pembelian
Prosedur ini meliputi distribusi rekening yang di debit dari transaksi pembelian untuk kepentingan pembuatan laporan manajemen.
· Prosedur permintaan pembelian
Dalam prosedur ini fungsi gudang mengajukan permintaan pembelian dalam formulir surat permintaan pembelian kepada fungsi pembelian. Jika barang tidak disimpan di gudang, misalnya untuk barang langsung pakai, fungsi yang memakai barang mengajukan permintaan pembelian langsung ke fungsi pembelian dengan menggunakan surat permintaan pembelian.
· Prosedur permintaan penawaran harga dan penelitian pemasok
Dalam prosedur ini fungsi pembelian mengirimkan surat permintaan penawaran harga kepada pemasok untuk memperoleh informasi mengenai harga barang dan berbagai syarat pembelian yang lain, untuk memungkinkan pemilihan pemasok yang akan dipilih sebagai pemasok barang yang diperlukan oleh perusahaan.
· Prosedur order pembelian
Dalam prosedur ini fungsi pembelian mengirimkan surat order pembetian kepada pemasok yang dipilih dan memberitahukan kepada unit-unit organisasi lain dalam perusahaan, mengenai order pembelian yang sudah dikeluarkan oleh perusahaan.
· Prosedur penerimaan barang
Dalam prosedur ini fungsi penerimaan melakukan pemeriksaan mengenai jenis, kualitas dan mutu barang yang diterima dari pemasok, dan kemudian membuat laporan penerimaan barang untuk menyatakan peneriinaan barang dari pemasok tersebut.
· Prosedur pencatatan utang
Dalam prosedur ini fungsi akuntansi memriksa dokumen-dokumen yang berhubungan dengan pembelian dan menyelenggarakan pencatatan utang atau mengarsipkan dokumen sumber sebagai catatan utang.
· Prosedur distribusi pembelian
Prosedur ini meliputi distribusi rekening yang di debit dari transaksi pembelian untuk kepentingan pembuatan laporan manajemen.
v Dokumen yang digunakan dalam sistem
akuntansi pembelian barang dagangan adalah :
a.
Surat permintaan pembelian
Surat permintaan pembelian berisi antara lain mengenai :
* nama, jenis, tipe, kuantitas dan kualitas barang yang diminta
* kapan barang yang bersangkutan harus sudah diterima.
b.
Surat permintaan penawaran harga
Surat permintaan penawaran harga berisi antara lain mengenai :
* nama, jenis, tipe, kuantitas dan kualitas barang yang diminta
* tanggal paling lambat penerimaan barang yang diminta
* permintaan informasi mengenai syarat pembayaran dan syarat penyerahan
yang diminta oleh calon pemasok.
c.
Surat order pembelian (Purchase
Order/PO)
Formulir ini berisi keterangan mengenai :
* nama dan alamat pemasok
* nama, jenis, tipe, kuantitas dan kualitas barang yang diminta
* tanggal paling lambat penerimaan barang yang dipesan
* syarat pembayaran dan syarat penyerahan barang.
d.
Laporan penerimaan barang
antara lain berisi keterangan mengenai :
* tanggal penerimaan barang
* nomor order pembelian yang bersangkutan
* nama, jenis, tipe, kuantitas dan kualitas barang yang diterima
* catatan hasil pemeriksaan barang misalnya cocok tidaknya barang dengan
order, adanya barang yang rusak dan sebagainya.
e.
Bukti kas keluar
Dokumen ini dibuat oleh fungsi akuntansi untuk dasar pencatatan
transaksi pembelian. Dokumen ini juga berfungsi sebagai perintah pengeluaran
kas untuk pembayaran utang kepada pemasok dan yang sekaligus berfungsi sebagai
surat pemberitahuan kepada kreditur mengenai maksud pembayaran.
v Menurut Mulyadi (2001:299-310) catatan
akuntansi yang digunakan dalam sistem akuntansi pembelian barang dagangan
adalah :
1.
Register bukti kas keluar (Voucher
Register)
Jika dalam pencatatan utang, perusahaan menggunakan voucher payable
procedure, jurnal yang digunakan untuk mencatat transaksi pembelian adalah
register bukti kas keluar.
2.
Jurnal pembelian
Jika dalam pencatatan utang, perusahaan menggunakan account payable
procedure, jurnal yang digunakan untuk mencatat transaksi pembelian adalah jurnal
pembelian.
3.
Kartu utang
Jika dalam pencatatan utang, perusahaan menggunakan account payable
procedur, buku pembantu yang digunakan untuk mencatat utang kepada pemasok
adalah kartu utang.
4.
Kartu persediaan
Dalam sistem akuntansi pembelian, kartu persediaan ini digunakan untuk
mencatat harga pokok persediaan yang dibeli.
v Diagram alir untuk proses Pembelian
tunai
1.
Bagian Gudang melakukan pengecekan
barang.
2.
Bagian Gudang membuat Form Permintaan
Barang (FPB) rangkap 2. Form ke-1 diserahkan ke bagian pembelian dan satunya di
arsip.
3.
Bagian Pembelian melakukan pencarian
harga barang dan membuat Surat Permintaan Penawaran Harga (SPPH).
4.
SPPH dibuat rangkap 2, yang satu
dikirim ke Supplier (pemasok) dan satunya di arsip.
5.
Berdasarkan SPPH, pemasok membuat Surat
Penawaran Harga (SPH) rangkap 2. Surat ke-1 dikirim ke bagian pembelian dan
satunya disimpan.
6.
Berdasarkan SPH, bagian Pembelian
melakukan pencarian harga yang cocok dan membuat Surat Order Pembelian (SOP)
rangkap 3
7.
SOP ke-1 dikirim ke bagian penerimaan,
SOP ke-2 dikirim ke Supplier dan sisanya di arsip.
8.
Suplier mengirim Barang dan Surat
Penerimaan Barang (SPB) dan diterima oleh bagian penerimaan.
9.
Berdasarkan SOP dan SPB, bagian
penerimaan melakukan pengecekan/pengocokan barang yang dikirim. Selanjutnya
membuat Laporan Penerimaan Barang (LPB) rangkap 2. LPB ke-1 diberikan ke bagian
gudang dan satunya di arsip.
10. Bagian gudang mencocokan FPB dengan LPB dan memasukkan datanya ke Kartu
Gudang (KG).
v Diagram alir untuk proses Pembelian
kredit
1.
Bagian pembelian memesan gabah,
kemudian menerbitkan form pemesanan gabah.
2.
Form pemesanan gabah diberikan kepada
bagian pemasok , kemudian bagian pemasok memesan gabah dan menghasilkan hasil
panen dan nota pembelian.
3.
Hasil panen dan nota pembelian dibikrim
ke bagian pembelian, dan bagian pembelian memberikan hasil panen ke bagian
gabah dan nota pembelian ke pemimpin.
4.
Bagian gabah membuat laporan penerimaan
barang, dan laporan tersebut dibikin 3 bagian, yang pertama diarsip, yang kedua
diberikan ke pemimpin dan yang ketiga diberikan ke pemasok dan di arsip oleh
pemasok.
5.
Pemimpin memberikan bukti setor kepada
pemasok dan satunya diarsip, pemasok mengecek dan menerbitkan surat pelunasan
pembayaran yyang pertama diarsip dan yang kedua dikirim ke bagian pembelian.
6.
Bagian pembelian memproses surat
pelunansan pembayaran dan membuat laporan yang pertama di arsip dan yang kedua
diberikan kepada pemimpin.
7.
Dengan laporan penerimaan barang dan
laporan pelunasan pembayaran, pemimpin membuat laporan pembelian dan kemudian
di arsip.
v Pembelian dengan syarat
pembayaran/Tempo
Yaitu pembelian barang dagangan dengan syarat pembayaran yang
disepakatai oleh pembeli dan penjual seperti 2/10, n/30, 5/15,/30 dll.
Arti 2/10, n/30 adalah pembeli akan mendapatkan potongan sebesar 2 % apabila pembeli melakukan pembayaran dalam waktu 10 hari setelah tanggal faktur/transaksi dan apabila pembayaran dilakukan setelah 10 hari tidak mendapatkan potongan. Jatuh tempo pembayaran adalah selama 30 hari.
Arti 2/10, n/30 adalah pembeli akan mendapatkan potongan sebesar 2 % apabila pembeli melakukan pembayaran dalam waktu 10 hari setelah tanggal faktur/transaksi dan apabila pembayaran dilakukan setelah 10 hari tidak mendapatkan potongan. Jatuh tempo pembayaran adalah selama 30 hari.
Contoh :
Tanggal 1/1 Dibeli barang dagangan sebesar Rp.3.000.000,- dengan
syarat 2/10, n/30.
syarat 2/10, n/30.
Jurnalnya:
Pesediaan barang dagangan Rp. 3.000.000,-
Utang Dagang Rp. 3.000.000,-.
Jika pembayaran dilakukan pada tanggal 9/1, maka pembeli akan mendapatkan potongan pembelian saat pembayaran yaitu
Pesediaan barang dagangan Rp. 3.000.000,-
Utang Dagang Rp. 3.000.000,-.
Jika pembayaran dilakukan pada tanggal 9/1, maka pembeli akan mendapatkan potongan pembelian saat pembayaran yaitu
2% x Rp. 3.000.000,- = Rp.
60.000,-
dan jurnalnya:
Utang Dagang Rp. 3.000.000,-
Persediaan Barang Dagangan Rp. 60.000,-
Kas Rp. 2.940.000,-.
Jika pembayaran dilakukan pada tanggal 15/1, maka pembeli tidak mendapatkan potongan karena lebih dari 10 hari. Jurnal saat pembayaran:
Utang Dagang Rp. 3.000.000,-
Kas Rp. 3.000.000,-
dan jurnalnya:
Utang Dagang Rp. 3.000.000,-
Persediaan Barang Dagangan Rp. 60.000,-
Kas Rp. 2.940.000,-.
Jika pembayaran dilakukan pada tanggal 15/1, maka pembeli tidak mendapatkan potongan karena lebih dari 10 hari. Jurnal saat pembayaran:
Utang Dagang Rp. 3.000.000,-
Kas Rp. 3.000.000,-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar