Kebanyakan para pengembang sistem
informasi lebih menyukai menggunakan model LIFO dan Average, karena model ini lebih mudah dalam
pembuatannya. Sehingga sulit sekali kita menemukan sistem invormasi inventory
model FIFO, kecuali dengan
pesanan khusus dan tentunnya harganya juga lebih mahal karena pembuatannya
cukup rumit. Kekurangtahuan pengguna sistem juga terkadang mengabaikannya.
Padahal untuk produk-produk tertentu model LIFO dan Average kurang
cocok digunakan, misal untuk perusahaan dagang yang menjual produk makanan dan
obat-obatan. Untuk meminimalisir terjadinya kerugian karena kadaluarsa sebaiknya
kita menggunakan model FIFO.
Selain itu Sistem Informasi Inventory model FIFO bisa menekan terjadinya penyelewengan keuangan oleh pihak
pegawai operasional dan karena Laporan Persediaan dan Laba Rugi dinilai dengan
harga real. Metode akuntansi FIFO dan LIFO merupakan
sarana pengelolaan persediaan dan masalah keuangan perusahaan yang berkaitan
dengan persediaan barang yang dihasilkan, bahan baku, suku cadang, komponen
atau saham feed.FIFO
merupakan singkatan dari First in first out atau dalam bahasa
Indonesia, Pertama masuk pertama keluar yang berarti bahwa
persediaan yang pertama kali masuk itulah yang pertama kali dicatat sebagai
barang yang dijual.
Metode
FIFO menganggap bahwa harga pokok dari barang-barang yang pertama kali dibeli
akan merupakan barang yang dijual pertama kali. Dalam metode ini persediaan
akhir dinilai dengan harga pokok pembelian yang paling akhir.
Metode ini juga mengasumsikan bahwa barang yang
terjual karena pesanan adalah barang yang mereka beli. Oleh karenanya,
barang-barang yang dibeli pertama kali adalah barang-barang pertama yang dijual
dan barang-barang sisa di tangan (persediaan akhir) diasumsikan untuk biaya
akhir. Karenanya, untuk penentuan pendapatan, biaya-biaya sebelumnya dicocokkan
dengan pendapatan dan biaya-biaya yang baru digunakan untuk penilaian laporan
neraca. Metode ini konsisten dengan arus biaya aktual, sejak pemilik barang
dagang mencoba untuk menjual persediaan lama pertama kali. FIFO merupakan
metode yang paling luas digunakan dalam penilaian persediaan.
Metode FIFO seringkali tidak nampak secara langsung
pada aliran fisik dari barang tersebut karena pengambilan barang dari gudang
lebih didasarkan pada pengaturan barangnya. Dengan demikian meode FIFO lebih nampak
pada perhitungan harga pokok barang. Dalam metode FIFO, biaya yang digunakan
untuk membeli barang pertama kali akan dikenali sebagai Cost of Goods Sold
(COGS). Untuk perhitungan harga maka digunakan harga dari stok barang dari
transaksi yang terdahulu.
LIFO merupakan singkatan dari Last in first
out atau dalam bahasa Indonesia, Terakhir masuk pertama keluar
yang berarti bahwa persediaan yang terakhir masuk adalah barang yang pertama
kali dicatat sebagai barang yang dijual. Sejak tahun 1970-an, perusahaan-perusahaan
di Amerika Serikat memilih untuk menggunakan sistem LIFO untuk mengurangi
pajak pada saat terjadiinflasi
Metode
LIFO membebankan biaya dari pembelian terakhir dan memberikan biaya yang paling
dtua di akun persediaan. Ada beberapa cara untuk menerapkan metode LIFO.
Karena setiap variasi menghasilkan, angka yang berbeda untuk biaya bahan baku
yang dikeluarkan, biaya persediaan akhir, dan laba, maka penting untuk
mengikuti prosedur yang dipilih secara konsisten.
Ø Metode FIFO (First In First Out)
Pertama
masuk pertama keluar yang berarti bahwa persediaan yang pertama kali
masuk itulah yang pertama kali dicatat sebagai barang yang dijual. Metode ini
juga mengasumsikan bahwa barang yang terjual karena pesanan adalah barang yang
mereka beli. Oleh karenanya, barang-barang yang dibeli pertama kali adalah
barang-barang pertama yang dijual dan barang-barang sisa di tangan (persediaan
akhir) diasumsikan untuk biaya akhir. Karenanya, untuk penentuan pendapatan,
biaya-biaya sebelumnya dicocokkan dengan pendapatan dan biaya-biaya yang baru
digunakan untuk penilaian laporan neraca.
Metode ini konsisten dengan arus biaya aktual, sejak pemilik barang dagang
mencoba untuk menjual persediaan lama pertama kali. FIFO merupakan metode yang
paling luas digunakan dalam penilaian persediaan.
Metode FIFO seringkali tidak nampak secara langsung
pada aliran fisik dari barang tersebut karena pengambilan barang dari gudang
lebih didasarkan pada pengaturan barangnya. Dengan demikian meode FIFO lebih
nampak pada perhitungan harga pokok barang. Dalam metode FIFO, biaya yang
digunakan untuk membeli barang pertama kali akan dikenali sebagai Cost of Goods
Sold (COGS). Untuk perhitungan harga maka digunakan harga dari stok barang dari
transaksi yang terdahulu.
- Metode FIFO (First In First
Out) pertama kali dikenal dalam akuntansi keuangan sebagai salah satu
metode dalam penilaian persediaan barang. Harga yang digunakan sebagai
dasar dalam menilai persediaan barang dapat memakai harga lama atau harga
baru.
- Pada metode FIFO, persediaan barang yang dikeluarkan untuk produksi atau dijual, nilainya didasarkan pada harga menurut urutan yang pertama masuk. Jadi, untuk penilaian pada persediaan barang yang tersisa, berarti harganya didasarkan pada harga baru atau harga urutan yang terakhir.
-
Ø Metode LIFO (Last In Last Out)Terakhir masuk pertama keluar yang berarti bahwa persediaan yang terakhir masuk adalah barang yang pertama kali dicatat sebagai barang yang dijual. Ada beberapa cara untuk menerapkan Metode LIFO. Karena setiap variasi menghasilkan, angka yang berbeda untuk biaya bahan baku yang dikeluarkan, biaya persediaan akhir, dan laba, maka penting untuk mengikuti prosedur yang dipilih secara konsisten.
*Kelebihan :- Mudah menandingakan kos
sekarang dengan pendapatan sekarang
- Jika harga naik, harga barang
konservatif
- laba operasi tidak tercemar
oleh untung/rugi fluktuasi harga
- Jika harga berfluktuasi , dapat
meratakan laba tahunan.
*Kelemahan :- bertentangan dengan aliran
fisik sesungguhnya
- Tidak menunjukkan potensi jasa
yang sesungguhnya /kos yang sudah usang
Ø Metode Average (rataan/rata rata)Dalam metode ini, jumlah harga pokok produk dalam proses awal ditambahkan dengan biaya produksiyang dikeluarkan periode sekarang dibagi dengan unit ekuivalensi produk untuk menghasilkan harga pokok rata-rata tertimbang. Harga pokok produk yang dihasilkan oleh departemen setelah departemen pertama merupakan harga pokok kumulatif,yaitu merupakan penjumlahan harga pokok dari departemen satu ditambahkan dengan depar temen berikutnya yang bersangkutan..Sistem Informasi Pengolahan Data
Keterangan :Ø ORIGINATION : proses dari pengumpulan data yang biasanya merupakan proses pencatatan (recording) data ke dokumen dasar.Ø INPUT : proses dari pengumpulan data yang biasanya merupakan proses pencatatan (recording) data ke dokumen dasar.Ø PROCESS : proses pengolahan data yang sudah dimasukkan yang dilakukan oleh alat pemroses (processing device), berupa proses menghitung, membandingkan, mengklarifikasikan, mengurutkan, mengendalikan atau mencari di storage.Ø OUTPUT : proses menghasilkan keluaran / output dari hasil pengolahan data ke alat output (output device), yaitu berupa informasi.Ø DISTRIBUTION : proses penyaluran hasil output (informasi) kepada pihak/ komponen yang membutuhkan informasi tsb.Ø STORAGE : proses perekaman hasil pengolahan data. hasil pengolahan dapat disimpan di storage dan dapat diambil lagi untuk proses pengolahan data selanjut nya.
- Mudah menandingakan kos
sekarang dengan pendapatan sekarang

Tidak ada komentar:
Posting Komentar