Kamis, 15 Oktober 2015

MUCH LUKMAN HAKIM (15.120.0015)

SISTEM PENGOLAHAN DATA DALAM MELAKUKAN PEMBELIAN







1.   PEMBELIAN TUNAI
     Adalah pembelian yang dilakukan oleh perusahaan dengan mengeluarkan kas untuk pembayaran barang yang dibeli untuk keperluan aktivitas perusahaan dan untuk barang persedian dengan  pembayaran dilakukan pada saat terjadinya penyerahan barang dari penjual kepada pembeli atau pada saat terjadinya transaksi jual beli
Sistem pembelian tunai diabgi menjadi 2 yaitu :

·        Tunai fisik    
 Pembayaran yang mengunakan alat bayar berupa uang langsung ,baik uang kertas maupun uang logam,serta perpindahan uang dari pembeli diterima langsung oleh tangan penjual

·        Tunai non fisik
            Pembayaran yang tidak mengunakan alat bayar berupa uang langsung, sistem ini biasanya mengunakan sistem uang elektronik (kartu debit) .

Sistem Pengolahan Data Pembelian Dengan Metode Tunai
1.Tahap  Origination (pengumpulan data)
          Data data yang diperlukan dalam melakukan pembelian secara tunai sebagai berikut :

a. Surat permintaan pembelian
Dokumen ini merupakan formulir yang diisi oleh fungsi gudang atau fungsi pemakai barang untuk meminta fungsi pembelian melakukan pembelian barang dengan jenis, jumlah dan mutu seperti yang tersebut dalam surat tersebut.

b.Surat permintaan penawaran harga

            Dokumen ini digunakan untuk meminta penawaran harga bagi barang yang pengadaannya
tidak bersifat berulangkali terjadi(tidak repetitif).
c. Surat order pembelian
            Dokumen ini digunakan untuk memesan barang kepada pemasok yang telah ditentukan. Dokumen ini terdiri dari berbagai tembusan yaitu:
            1 Tembusan pengakuan oleh pemasok yang dikirimkan kepada pemasok, dimintakan tanda tangan dari pemasok tersebut dan dikirim kembali ke perusahaan sebagai bukti telah diterima dan disetujuinya order pembelian, serta kesanggupan pemasok memenuhi janji pengiriman barang seperti tercantum dalam dokumen tersebut.
            2  Tembusan bagi unit peminta barang
Dikirimkan kepada fungsi yang meminta pembelian bahwa barang yang dimintanya telah dipesan.
            3 Arsip tanggal penerimaan
Tembusan surat order pembelian ini disimpan oleh fungsi pembelian menurut tanggal penerimaan barang yang diharapkan, sebagai dasar untuk mengadakan tindakan penyelidikan jika barang tidak dating pada waktu yang telah ditetapkan.
              4 Arsip pemasok
Tembusan surat order pembelian ini disimpan oleh fungsi pembelian menurut nama pemasok, sebagai dasar untuk mencari informasi mengenai pemasok.
            5  Tembusan fungsi penerimaan
Dikirim ke fungsi penerimaan sebagai otorisasi untuk menerima barang yang jenis, spesifikasi, mutu, kuantitas, dan pemasoknya seperti yang tercantum dalam dokumen tersebut.


4. Laporan penerimaan barang

Dokumen ini dibuat oleh fungsi penerimaan untuk menunjukkkan bahwa barang yang diterima dari pemasok telah memenuhi jenis, spesifikasi, mutu, dan kuantitas seperti yang tercantum dalam surat order pembelian.



5. Surat perubahan order pembelian

Kadangkala diperlukan perubahan terhadap isi surat order pembelian yang sebelumnya telah diterbitkan. Perubahan tersebut dapat berupa perubahan kuantitas, jadwal penyerahan barang, spesifikasi, penggantian(substitusi) atau hal lain yang bersangkutan dengan perubahan desain atau bisnis.
Biasanya perubahan tersebut diberitahukan kepada pemasok secara resmi dengan menggunakan surat perubahan order pembelian yang dibuat dengan jumlah lembar tembusan yang sama dan dibagikan kepada pihak yang sama dengan yang menerima surat order pembelian.




6. Bukti kas keluar

Dokumen ini dibuat oleh fungsi akuntansi untuk dasar pencatatan transaksi pembelian. selain itu berfungsi juga sebagai perintah pengeluaran kas untuk pembayaran utang kepda pemasok dan yang sekaligus berfungsi sebagai surat pemberitahuan kepada kreditur mengenai maksud pembayaran (berfungsi sebagai remmittance advice)
Catatan akuntansi yang digunakan untuk mencatat transaksi pembelian adalah sebagai berikut :

a. Register bukti kas keluar

Dokumen ini merupakan jurnal yg digunakan utk mencatat transaksi pembelian jika perusahaan menggunakan voucher payable procedure (prosedur voucher hutang).
b. Jurnal Pembelian
Berguna untuk mencatat transaksi pembelian jika perusahaan menggunakan account payable procedure(prosedur hutang dagang).
c. Buku Pembantu utang
Digunakan untuk mencatat utang kepada pemasok.
d. Buku Pembantu Persediaan
Digunakan untuk mencatat biaya persediaan yang dibeli oleh perusahaan.

          Adapun data data yg barang yang perlu dicermati sebelum melakukan pembelian meliputi:
a.     List atau daftar barang yang perlu dibeli
b.     Jumlah atau kuantitas barang yg akan dibeli
c.      Produk atau Merek tertentu
d.     Jumlah angaran yang dibutuhkan


2.    Tahap Input
Dari data data diatas ,selanjutnya dilakukan proses peninputan atau pengisian dokumen yang perlukan, yang nantinya akan dicocokan terlebih dahulu dengan sistem untuk menghindari kesalahan pembelian ,dan mengoptimalkan efisiensi pembelian.

3.    Tahap Proses
        Didalam tahap ini sistem akan mencocokan data yang meliputi :
a.     Periotas dalam pembelian barang
b.     Tanggal Pembelian dan Tanggal kadaluarsa
c.      Stock barang yang masih ada di gudang
d.     Anggaran yang dikeluarkan apakah sesuai dengan jurnal keuangan

Prosedur Pembelian Tunai
Bagian gudang
·         Bagian gudang Memeriksa stok barang (pada kartu gudang). 
·         Bagian gudang membuat Surat Permintaan Pembelian (SPP) sebanyak 2 lembar, SPP lembar 1 diserahkan ke bagian pembelian dan SPP lembar 2 diarsip sementara

  Bagian Pembelian
·        Bagian pembelian membuat Surat Permintaan Penawaran Harga (SPPH)
·        SPPH dibuat sebanyak 2 lembar. SPPH lembar 1 diberikan kepada supplier, SPPH lembar 2 diarsip tetap. 
·        Jika supplier telah menjawab penawaran harga yang perusahaan ajukan, maka supplier mengirimkan Surat Penawaran Harga (SPH)

Bagian Penerimaaan
·         Bagian Penemrimaan menerima SOP (surat order pembelian) lembar 2 dari bagian pembelian
·         Menerima faktur barang (FB) dan Surat Jalan Barang (SJB) bersama barang dari supplier
·         Memcocokan SOP lembar 2, FB, SJB dengan barang.

4. Tahap Output
            Didalam tahap ini akan menampilkan hasil informasi dari proses yang dilakukan atas berupa surat surat keterangan keuangan yang nantinya akan diserahkan kepada bagian Keuangan untuk dilakukan pembukuan

5. Tahap Distribusi
Bagian Keuangan
Setelah menerima SOP lembar 2, LPB lembar 2, SJB dan FB dari bagian penerimaan barang yang akan diotorisasi, kemudian membuat Surat Tanda Terima Pembayaran (STTP) sebanyak 3 lembar. Lembar 1 dikirim ke pemasok sedangkan STTP lembar 2, SOP lembar 2, LPB (laporan penerimaan barang), SJB dan FB dikirim ke bagian akuntansi, STTP lembar 3 diarsip.


Bagian Akuntansi

Menerima STTP lembar 2, SOP lembar 2, LPB lembar 2, SJB, FB dari bagian keuangan yang akan dicocokkan dan selanjutnya melakukan penjurnalan 












2.   PEMBELIAN KREDIT
Adalah suatu fasilitas keuangan yang memungkinkan seseorang atau badan usaha untuk meminjam uang untuk membeli produk dan membayarnya kembali dalam jangka waktu yang ditentukanberdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam meminjam antara bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi utangnya setelah jangka waktu tertentu dengan pemberian bunga. Jika seseorang menggunakan jasa kredit, maka ia akan dikenakan bunga tagihan.

Sistem Pengolahan Data Pembelian Dengan Metode Kredit

1.Tahap  Origination (pengumpulan data)
        Dalam tahap ini perlu diperhatikan syarat-syarat yang diberlakukan oleh penjual barang kepada pembeli, agar nantinya dicapai kesepakatan. Syarat syarat umum dalam melakukan kredit biasanya meliputi sebagai berikut :
a.     Domisili pembeli
b.     Jumlah minimal pembelian
c.      Persekot awal atau uang muka
d.     Angsuran yang sepakati bersama
e.     Bunga yang diberlakukan
f.       Denda , apabila telat dalam melakukan pembayaran
g.     Jaminan
h.     Tenggat waktu 
Pastikan untuk membaca seluruh persyaratan kredit sebelum melakukan pembelian.

2. Tahap Input
Dari data data diatas ,selanjutnya dilakukan proses peninputan atau pengisian dokumen yang perlukan, yang nantinya akan dicocokan terlebih dahulu dengan sistem untuk menghindari kesalahan pembelian ,dan mengoptimalkan efisiensi pembelian.

3.Tahap Proses
Sama halnya dengan proses tunai, pembelian dengan metode kreditpun perlu diperhatikan hal hal penting agar nantinya pembelian menjadi lebih efisiensi serta tidak terjadi kelebihan stock di gudang.

Prosedur Pembelian Kredit

·         Menerima Order Pembelian rangkap ketiga dari bagian pembelian dan Bukti Pembelian Barang dari bagian gudang, serta Faktur pemasok kemudian menyesuaikannya.

·         Bagian administrasi akan menyimpan data-data utang yang timbul akibat pembelian kredit ke dalam database

·         Jika sudah waktu jatuh tempo, maka bagian administrasi akan menerima tagihan dari pemasok.

·          Berdasarkan tagihan dari pemasok dan data-data utang perusahaan, bagian administrasi melakukan pembayaran kepada pemasok dengan cara transfer, cek ataupun giro.

·         Jika pembayaran sudah dilakukan, maka pemasok akan menyerahkan Kwitansi tanda pembayaran.

·          Berdasarkan Kwitansi tersebut, bagian administrasi membuat dan mencetak dokumen Tanda Terima dua rangkap diserahkan kepada pemasok.

·         Pemasok menandatangani kedua rangkap dokumen Tanda Terima tersebut.

·          Tanda Terima rangkap satu disimpan oleh pemasok dan Tanda Terima rangkap kedua disimpan untuk perusahaan.

4. Tahap Output
Didalam tahap ini akan menampilkan hasil informasi dari proses yang dilakukan atas berupa surat surat keterangan keuangan yang nantinya akan diserahkan kepada bagian Keuangan untuk dilakukan pembukuan

5. Tahap Distribusi
·         Data-data utang yang sudah dibayar disimpan dalam database oleh bagian administrasi.
·         Setiap bulannya bagian administrasi mencetak Laporan Pembelian Tunai dan Kredit, dan Laporan Saldo Utang.








3. Pembelian dengan syarat pembayaran/Tempo  

          Yaitu pembelian barang dagangan dengan syarat pembayaran yang disepakatai oleh pembeli dan penjual seperti 2/10, n/30, 5/15,/30 dll.


          Arti 2/10, n/30 adalah pembeli akan mendapatkan potongan sebesar 2 % apabila pembeli melakukan pembayaran dalam waktu 10 hari setelah tanggal faktur/
transaksi dan apabila pembayaran dilakukan setelah 10 hari tidak mendapatkan
potongan.Jatuh tempo pembayaran adalah selama 30 hari.


Prosedur Pembelian Secara Tempo

a.     Bagian administrasi menerima Order Pembelian rangkap ketiga dari bagian pembelian dan Bukti Pembelian Barang dari bagian gudang, serta Faktur pemasok kemudian menyesuaikannya.

b.     Jika pembelian dilakukan secara tunai bagian administrasi akan melakukan pembayaran secara langsung kepada pemasok.

c.      Jika pembelian dilakukan secara kredit dengan tempo, maka bagian administrasi akan menyimpan data-data utang yang timbul akibat pembelian kredit ke dalam database.

d.     Jika sudah waktu jatuh tempo, maka bagian administrasi akan menerima tagihan dari pemasok.

e.     Berdasarkan tagihan dari pemasok dan data-data utang perusahaan, bagian administrasi melakukan pembayaran kepada pemasok dengan cara transfer, cek ataupun giro.

f.       Jika pembayaran sudah dilakukan, maka pemasok akan menyerahkan Kwitansi tanda pembayaran.

g.     Berdasarkan Kwitansi tersebut, bagian administrasi membuat dan mencetak dokumen Tanda Terima dua rangkap diserahkan kepada pemasok.

h.     Pemasok menandatangani kedua rangkap dokumen Tanda Terima tersebut.

i.       Tanda Terima rangkap satu disimpan oleh pemasok dan Tanda Terima rangkap kedua disimpan untuk perusahaan.

j.       Data-data utang yang sudah dibayar disimpan dalam database oleh bagian administrasi.


lebih jelasnya ,silahkan download disini:



Tidak ada komentar:

Posting Komentar